SEBATAS HARAP
Oleh Ryan Prayudi *)
Aku , kamu dan Cinta
Cinta, aku dan kamu
Beku ,bisu dan membara
Membara, bisu kemudian membeku
Membara, membeku kemudian membeku
Puisi adalah gumpalan kata – kata yang sangat tinggi kekuatannya tak mampu terucap oleh lidah menembus dimensi ruang lagi waktu. Hingga, manusia tak mampu mengungkap semua imajinasi karena begitu kuatnya imajinasi yang ada pada diri manusia itu sendiri. Karena itu juga sampai saat ini hanya puisi lah menjadi media guna mengungkapkan imajinasi dalam diri. Ditangan kita ini telah ada sebuah buku, yang berisi kumpulan kumpulan puisi cinta yang berjudul SEBATAS HARAP yang bahasanya terkesan sangat sederhana, bebas dan alamiah, dan terbuka. Manusia selalu mengalami perkembangan perubahan, begitu juga rasa yang ada dalam diri. Semakin kita berani mencinta dan terluka semakin cepat kita menemukan arti cinta yang sesungguhnya.
Biarkan
Biarkan saja
Angin malam yang membuai kita
Sedang kita saling menatap
Biarkan saja, hening bersama kita
Dan…………………………..
Sepi menerpa tubuh kita ini
Biarkan saja ………………
Tanganku membelai dan membuai dirimu
Sedang kantuk tak kunjung hadir
Biarkan saja ………………
Tanganku, tanganmu terus berpacu…….
Sementara purnama iri menatap kemesraan kita
Acuhkan saja
Mereka yang asik dibuai kantuk
Sedang dua pasang mata enggan terpejam
Sementara
Sunyi, sepi, dan keheningan
Tak berarti apa – apa lagi
Sepi….
Kini tiba saatnya aku bertanya padamu
Apakah
Kemesraannya padaku malam ini
Kehangatannya padaku malam ini
Kan menghilang begitu saja
Ketika mentari terbit esok pagi
16/Oct/05
My Place Confront
Jaring laba - laba
Penuhi langit – langit kamarku
Ranjang reyot hampir tertidur
Bantal bau
Lihatlah dipojok kanan
Gardeng blacu
Belum lagi
Seprai kumal
Radio bisu
Cermin retak
Jendela berwajah kusam
Buku – buku lusuh
Pada semua itu aku mengadu
Bercerita
Aku, cinta, nasib
Aku, dia dan cinta
Aku nyaman mengadu pada semua itu
Daripada, pada manusia sejuta bayang – bayang
19/Oct/05
Tak Pernah Ada Yang Salah
Tak ada yang salah bila hitam kemudian putih
Tak salah bila riuh kemudian lirih
Tak salah jika puji kemudian cerca
Jangan salahkan cinta bila kemudian luka
Tak salah bila keruh kemudian bening
Tak salah bila suka kemudian duka
Tak salah bila girang kemudia garang
Tak salah bila gentar kemudian galau
Tak pernah ada yang salah
Yang ada hanyalah
Nasib, takdir dan ketidakpercayaan
19/Oct/05
If Have Time To
If have time to to the all time I amOnly your x’self wishing I long If have time to to the all said wordMy me fatigue say ” I love you” If my time have time to.Last word wishing “ I say to forgive I love you “. If my time have time to.[is] called loudly [by] forgiveness me I will.Me will my imperfectPermit I love you………………….
19/Dec/05
Dalam Bias Kerinduan
20/Dec/05
Bukan Berarti
Angin sepoy menghepas raga
Bukan berarti gerah kan pergi
Malam yang hening
Bukan berarti sepi kan datang
21/Oct/06
Mencintaimu
Tumbuh dalam hati
Berwujud rasa
Bersatu dengan jiwa
Berupa angan
21/Oct/06
Eternity
Untuk mengatakan sesuatu
Namun jika waktu menjemputku
Semoga waktu mencatat kisahku
Dalam sebuah buku keabadian
21/Oct/06
Penantian
Meja penuh tipe-x
Jendela berwajah kusam
Bunga pojok sana
Kelihatannya tak bergairah
Untuk mencium segarnya embun pagi ini
Ruang penuh debu
Pengap, sunyi sempit, sunyi lagi bau
Dengan mereka semua
Aku menanti masa depan tanpa akhir
22/Oct/06
Kenapa Kamu
Atas semua kata yang terucap
Dan kenapa aku tadi ?
Terus menantimu
Dengan gelisah
Sementara bibir ini tak mampu berkata
Padahal segudang masa depan
Inginku bahas dengan mu
23/Oct/06 Where You Nowadays ?
Angin menyapaku dengan senyumnya
Sedang jiwa ini menyapamu dengan tasbih
Sayang…………………..
Matahari asik menertawakanku
Aku menyapamu dengan tasbih lagi sanubari
Sedang kamu menyapaku dengan khayal
23/Sep/06 Semua Tentang Saat
02/Jan/07 Sebatas Harap
02/Jan/07 Kasidah Cinta
14/Feb/07 Aku Dan Lukaku
13/Mei/07 O, Malam
28/Juni/07
Aku Pun Tak Pernah Tahu
Hanya Dalam Kematian
Untukmu yang kutemui disini?